Archive for April, 2010



Bandung Restaurant mengingatkan kampung halaman….

Betapa tidak, banyak sekali tenaga Indonesia  kerja di United Arab Emirates merasa terobati rasa rindunya dengan makanan yang disajikan  restoran ini, perlu di ketahui tenaga kerja Indonesia yang menjadi salah satu sumber devisa negara ini atau sering juga di sebut-sebut sebagai Pahlawan Devisa merupakan potensi negara yang harus menjadi perhatian pemerintah, baik dari segi pembekalan ilmu di bidangnya, kemudahan proses penempatanya dan juga perlindungan terhadap tenaga kerja tersebut, sayapun menyambut gembira saat mengetahui kedatangan beberapa pejabat negara diminggu lalu di sebuah hotel lokal, diketahui mereka sedang serius mengurus kerjasama penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Middle East, apapun itu hasilnya… kita tunggu saja ! semoga yang terbaik.

Sebelum menuju ke makanan, baiknya kita cuil dulu sejarah berdirinya restoran ini. di sekitar tahun 1992-1993 Bapak H. Ali Saleh Al Jabri adalah masyarakat Indonesia yang telah menjadi warga negara United Arab Emirates memiliki sebuah ide untuk membuat restaurant Asia, tujuan utamanya adalah sebagai usaha dan dalam rangka mengumpulkan masyarakat asia tenggara di Abudhabi, sebagai daya tariknya yaitu dengan  menyajikan makanan-makanan asia dari beberapa kultur, waktu itu dinamakan Pilipine Restaurant tempatnya tepat di depan Shoes Centre Tourist Club, waktu itu tempatnya juga masih kecil aku Rifky salah satu senior staff disana, saat itu makanan Indonesia tidak begitu menonjol tetapi di restaurant tersebut menjual Martabak Bandung, hanya kurang lebih setahun disana mereka lalu pindah agak sedikit  kedalam, sekaligus mengganti nama dan memantapkan konsep menjadi restoran Indonesia, ternyata kejelian dan mantapnya H. Ali memahami konsep restoran membuahkan hasil buktinya sampai sekarang restoran itu semakin maju kedepan dan mengibarkan bendera merah putih di Abudhabi.

Hmmm rasanya untuk mengupas tuntas restorant ini tidak cukup sehalaman, karena hampir semua makan yang tersaji sangat mengundang selera, membuat lidah berliur. Bayangkan saja ada Baso Malang, Bakso Campur, Siomay Bandung, Mie Ayam, Lontong Sayur, Ketoprak, Gado-gado sampai dengan Karedok. Untuk kategori Ikan, daging dan ayam Rendang, Dendeng Balado, Ayam Bakar, Ayam Opor, Ikan Bakar sambal kecap, Gulai Kambing sangat cocok sekali untuk menjadi makan besar yang nikmat, disini juga ada sayur lodeh, Tumis Kangkung, Tumis Tahu, dan terong Balado. Waduuuh …. sambil menulis pun saya jadi lapar membayangkan sajian-sajian tersebut.  Rasa-rasanya pun saya masih ingat ketika saya menyantap Sop Buntut Goreng yang dagingnya sangat empuk, tetapi tidak terlepas dari tulang, ditaburi rempah bawang goreng yang renyah dan menjadi penguat saat menyantap  nasi, ditambah sodokan kuah buntut yang segar dengan resep rempah rahasia ala Bandung Restoran, sebagai pelengkap sambal dan jeruk lemon membuat benar-benar lengkap rasanya dan tak terlupakan.

Sedikit cerita saat penulis berada di Dubai sebelum Hijrah ke Abudhabi. Bandung Restoran selalu menjadi pembicaraan dikala teman-teman kangen dengan makanan-makanan Indonesia,  entah karena sop buntutnya, Karedoknya, Basonya, rendangnya, martabaknya dll. Bila saya tidak sempat ikut dengan mereka selalu saya memesan martabak untuk dibawa ke dubai, seperti oleh-oleh saja .!

Sambil menunggu bahan-bahan artikel terkumpul kami menyantap Martabak Manis, kebetulan saya ditemani Jois Azham, Novi dan Indra yang menjadikan Bandung restoran sebagai rumah kedua, karena hampir sering sekali mereka disana untuk makan atau sekedar nonton Indonesian TV Chanel sambil ngopi tubruk dan tahu isi atau bala-bala. Kami sangat  terkagum dengan rasa dan penampilan Martabak ini, kita terbawa  benar kedalam suasana Indonesia, teksture basah, berserat-serat, kulit kering renyah dan dagingnya yang kenyal-kenyal empuk sungguh tiada duannya, penambahan gula, susu, dan macam-macam pilihan diatasnya sangatlah pas,  dasyat sekali martabak ini puji kami saat itu! tapi temen saya berbisik martabaknya lama keluar..?? sebagai saran saja bila anda ingin menyantap makanan ini sebaiknya anda memesan ini terlebih dahulu sebelum memesan makan utama, sedikit harus dapat dipahami karena yang memesan martabak sangat banyak, belum lagi ketika harus melayani yang  di bawa pulang, ke Dubai, Al-Ain, Sarjah atau dibawa pulang ke kapal pesiar oleh crew kapal sebagai titipan crew yang tidak sempat keluar kapal karena tugas,

Sebagai pilihan menu special Bandung Restoran di akhir pekan menyediakan Nasi uduk Lengkap dan makan perasmanan lengkap Indonesia yang berubah-rubah.

Bandung Restoran bukan hanya milik masyarakat Indonesia, banyak sekali pengunjung yang datang dari berbagai ras negara seperti Ras India, Arab, China, Eropa, Amerika dan tentunya asia tenggara, sampai-sampai ada yang menjadi tamu reguler disana.

Bandung Restoran bukan hanya milik masyarakat Indonesia tetapi juga  kebanggaan masyarakat Indonesia.

Selamat berkunjung  !

– CR –

Advertisements

Chef satu ini, lain lagi penampilannya walaupun sudah menginjak usia 51 tahun beliau selalu tampak segar, awet muda, agresif, kreatif dan humoris… selain itu beliaupun selalu bertebar ramah pada siapa saja dan selalu menjalin silahturahmi dengan teman lama ataupun teman yang baru dikenalnya. Tidak memandang dia adalah lebih tua dari pada yang lain, dia akan selalu menyapa dengan penuh keakraban.. selain itu penampilannya yang khas  adalah selalu dengan memakai celana jean  dan kaos polos saja sebagi cermin kesederhanaan beliau.

Wah kenapa sih ko chef edi jadi Jawara ? …. sssst sebentar, bukannya chef ini jago tarung atau jago benjang, lalu kenapa chef  menjadi jawara ? karena beliau sering  menjajal  beberapa restaurant dan hotel di kota Bandung…

Mari kita kupas sosok chef yang berpenampilan unik ini

Berawal dari tamat  kuliah di sekolah Pariwisata dan Perhotelan Trisula Bandung  tahun  1981, beliau memulai meniti karirnya di Riung Restaurant ( Restaurant Indonesia dengan pelayanan ala Prancis  ) lalu chef ini pindah ke Dai Shogun Japanese Restaurant sebagai cook pemula saja dengan dasar alasan hanya untuk menimba ilmu dan pengalaman yang semasa itu masih baru untuk chef muda ini. Tidak cukup dengan ilmu yang didapat saat  ini , chef mulai mengembangkan sayapnya untuk berkarir di Hotel Kumala Panghegar Bandung ( Sakura Japanese Restauant ) tahun 1985-1990, dengan semangat juang dan rasa ingin tahu lebih dalam mengenai seni memasak dia mencoba berjuang di PT Free Port, tak lama disana, chef  ini kembali ke Bandung untuk menuangkan pengetahuan yang di perolehnya di Hotel Preanger dan Hotel Horison Bandung .  Tiba saatnya, chef yang sudah mampu mengukur dirinya, mulai menjual keahlian nya menjadi chef yang profesional dan tidak bisa dianggap remeh, pucuk dicinta ulam pun tiba, chef ini berhasil menduduki top management dapur  di Hotel Jayakarta Bandung, karier semakin menanjak chef ini pun semakin menjadi-jadi,  sederetan karier Executive Chef  yang pernah dia duduki adalah di Hotel Putri Gunung Lembang, Hotel Topas Galeria Bandung, Grand Hotel Lembang, lalu kembali ke Hotel Putri Gunung Lembang, The Arjuna Bandung dan Grand Serela Bandung.

Seperti penulis katakan tadi,  walaupun chef sudah menuju umur kepala 5 saat itu tetap saja dia masih berusaha menjajal keahliannya  dikawasan arab tepatnya di Wafi City, Dubai UAE untuk pembekalan sebagai opening chef CHOP-CHOP, tugas chef ini  juga sangat berat harus memantau beberapa Oulet yang harus diawasinya ( Flaming wok, Simply Fresh dan Fish and Chips ) namun sayang Dunia terkena krisis Gobal, dunia hospitality semakin tidak menentu, dubai yang hanya mengandalkan incomenya dari pariwisata seolah padam tak bercahaya, dimana-mana hotel dan restaurant tutup, pemutusan hubungan kerja, proyek pembangunan di hentikan dan hal lainnya yang sangat mengerikan bagi dunia usaha… Dengan kemampuan dan kejeliannya menangkap situasi beliau mencoba hijrah ke Abudhabi negara tetangga yang masih dalam negara kesatuan emirate, apa sih yang tidak mungkin untuk senior chef yang satu ini beliau sekarang menjadi chef di Istana Raja H.H Seikh Sultan bin Zayed al Nahyan sebagai pemegang tahta  Asian Food di kerajaan tersebut.

Banyak sekali ilmu yang didapat dari beliau, bayangkan  penulis menghabiskan wawancara ini hampir separuh waktu subuh di Abudhabi,   diselingi  petuah yang membangun serta  ilmu dapur yang bermanfaat,  canda hangat membuat waktu berlalu sangat cepat hingga rasa ngantuk juga sirna.

Pada sesion penutup ini  Chef Eddie Supriadi memberikan sebuah  moto ” Carilah ilmu sebanyak-banyaknya karna ilmu tidak akan sesaat” artinya pada saatnya nanti akan selalu terpakai bagi siapa yang memerlukan dan kita lah yang harus memberikan ilmu tersebut..

– CR –


Tutug oncom adalah makanan tradisional Indonesia yang hampir punah. Walaupun sedikit banyak  banyak masih kita bisa jumpai dari daerah asalnya Tasikmalaya, Ciamis dan sekitar nya. Demi melestarikan makanan tradisional ini, yuk  ! mari kita mulai dari dalam rumah sendiri, perkenalkan makanan ini ke generasi yang akan datang sehingga dapat lestari.

Cara membuatnya juga  mudah.
Bahan-bahan

Nasi putih secukupnya

2 buah oncom bandung ( kering ) di bakar / sangrai pelan sehingga matang lalu di penyetkan
4 siung bawang putih
6 siung bawang merah
6 cm kencur
Cabe merah besar  (sesuai selera)

cabe rawit (sesuai selera)
1 ikat kecil Daun Kemangi
Garam
Gula merah

Cara membuat :
Haluskan bawang putih, bawang merah cabe merah  dan kencur, kemudian tumis hingga harum bumbui dengan sedikit gula, garam dan penyedap jika suka. beri sedikit air untuk melarutkan gula. setelah rasa nya pas masukan  oncom ketika masih dalam wajan aduk-aduk rata sampai kering dan oncom terlihat garing dan agak halus. taburi dengan daun kemangi aduk sampai layu.
campurkan nasi  dengan bumbu oncom tadi sajikan dengan ayam bakar  /goreng, irisan telor dadar, sambel terasi dan lalap, opak ( Jenis krupuk dari tepung ketan)
catatan sebagian orang tidak mencampur dengan nasi tetapi disajikan disamping nasi
sebagai pilihan saya serahkan kepada anda ! mana yang anda suka?

Sesuai janji saya .. Yuk kita lestarikan makanan khas Indonesia …..

Selamat Menikmati

CR


Pendiam itulah kesan yang terlihat dari sosok chef yang satu ini, pria kelahiran Bandung di tahun 1964 lalu memang kalem, beliau memiliki hoby menyetir keliling Dubai hanya untuk bersilahturahmi yang berbase camp di Singapore Deli di kawasan karamah,  restaurant yang menjual makanan Indonesia-Singapura, buktinya reporter bisa menemukan beliau disana. Di sela-sela rapat Lounching HIC di Dubai yang kebetulan dihadiri juga oleh Pak Aditya dari Jams World Wide Indonesia, reporter sengaja mengambil sesion ini, mumpung lagi break, tahun 1987 beliau mulai meniti karier di Phinisi Floating Restaurant Marina Ancol, Pizza Hut and Dairy Queen,  sebagai commi, di pertengahan tahun 1991 chef muda ini mencoba mengadukan keahliannya di singapore sebagai chef de partie di Singa Mas Restaurant. Telok Ayer, tak ayal lagi keahliannya memang boleh teruji, sehingga terbang jauh menjajal Royal Caribbean Cruise line ditahun 1993-1996, tamatan Balai Pendidikan Latihan Pariwisata Bandung angkatan 1984 akhirnya kembali berkarier di Indonesia, sebagai Chef de Cuisine di hotel Geulis Bandung tahun 2000, tapi tak lama jiwa muda chef  saat itu, berkeinginan untuk mengembangkan karier dan kemampuannya ini makin menjadi, kembali tahun 2001 beliau pergi ke Jeddah Hilton Hotel Saudi Arabia, sebagai Chef de Partie alhasil buahnya ia dapatkan juga, Chef Redi atau sering kita panggil kang Redi ini bertemu di dubai sebagai head chef di  yo ! SUSHI Japanese Restaurant, bekerja keliling untuk memantau outlet francise wilayah Midle East adalah bagian tugasnya, sebelumnya beliau mendapat training U.K sebagai pusat Francise, sedikit beliau bercerita “dulu banyak orang Indonesia yang bekerja di Yo Sushi seperti Vera, Tukul, Yandi (Restauarant Manager Singapore Deli), sekarang cuma tinggal saya, tunggal” tapi itulah kematangan dan sosok bijak chef ini memang boleh diacungkan jempol di mana beliau harus memimpin banyak staff dari berbagai negara. Artinya orang Indonesia itu mampu bersaing dengan negara lain. Tapi ko pa Redi memilih Speciality Japanese? “Apa ajalah saya mah, tergantung yang di Atas” ujar beliau sambil merendah, “yang penting dimana usaha itu ditekuni, buahpun akan kita petik” itulah resep utama Chef Redi Suhandi, yang sekaligus menjadi moto beliau, waktu menunjukan jam 1.00 pagi diluar pun sangat dingin sampai 17 derajat, dengan sangat baik beliau menawarkan jasa sekaligus  menyalurkan hobinya mengantar kita ke akomodasi. Terima Kasih Kang Redi, Sukses selalu.

CR  


Bahan-bahan

2 Kg  Ayam dipotong sesuai selera

minyak untuk menumis dan menggoreng

6  Siung Bawang merah
4  Butir bawang putih
6  Butir Kemiri matang
4  Ujung buku jari  Kunyit
1  Sdm biji Ketumbar

2  Buku jari lengkuas ( dikeprak )
2   Lembar Daun salam
2   Batang Serai

air putih /air kelapa

garam, lada dan gula sesuai selera

1  Sdm tepung beras
3  Sdm tepung terigu
3  Sdt Baking powder

Cara membuat :
Haluskan bumbu yang harus di haluskan, lalu tumis dengan minyak sedikit saja ditambahkan dengan daun salam, sereh dan lengkuas, setelah wangi masukan ayam, ungkep dan bumbui dengan garam dan lada secukupnya sampai matang diam kan sampai dingin dalam bumbu agar rasa meresap. dan tiriskan setelah itu

jangan dibuang air ungkepan tambahkan tepung beras, tepung terigu dan baking powder diam kan agar baking poder agar bereaksi sambil diaduk agar merata.

Goreng ayam sampai matang dan kecoklatan dengan minyak penuh, setelah itu goreng bumbu ungkepan yang telah diberi tepung tersebut. sampai kecoklat-coklatan dan renyah . Sajikan ini diatas ayam goreng

Sajikan ayam goreng  dengan nasi putih, sambal lalab dan bawang goreng

Selamat mencoba ; )

CR


Penyakit jantung
adalah penyebab utama kematian bagi masyarakat. Kunci pencegahan adalah Gaya hidup, mengendalikan tekanan darah, menjaga berat badan yang sehat, menjaga kolesterol, dan berolahraga. program diet adalah salah satu hal yang dapat Anda kontrol untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan resiko penyakit termasuk diabetes, kanker dan penyakit kardiovaskuler (jantung)

Membantu agar  jantung anda sehat.
Batasi asupan lemak dan memilih lemak baik.
Makan lebih banyak serat
Batasi asupan garam
Mengkonsumsi dan Memiliki berbagai kelompok makanan yang seimbang
Kurangi asupan gula
– Meningkatkan aktifitas fisik
– Berhenti merokok
– Hindari stres
– Kontrol Hipertensi

Cintai Jantung mejadikan cinta keluarga


impian Rahmat sewaktu kecil naik pesawat terbang tercapai.  “ alhamdulillah mas!” Ujar Rahmat Hidayat, Pria Kelahiran bandung 33 tahun lalu, berangkat dari hobinya bermain dengan peralatan dapur sejak kecil membuat kedua orang tuanya berniat untuk mendidik di kejuruan yang berkaitan dengan dunia memasak, di Stiepar Yapari Aktripa Bandung, Ayah berputri dua ini, berangkat karirnya dari banquet dan bar service di Hotel Horison Bandung di tahun 1994-1995, “ waduh badan saya kan semakin meral aja nih” akunya saat itu sehingga menjadikan alasan beliau berputar haluan menjadi juru masak, bertemu Chef Eddy  Supriadi di Jayakarta Hotel Bandung tahun 1997 dan menghabiskan 2 tahun disana, chef muda kemudian  berlayar di Renaissance cruise line 1, 5 dan 7 jalur Afrika-Asia-Europe selama tiga tahun menjadi Chef de Partie, sepulang dari kapal beliau mematangkan dirinya, The View Leissure plaza, Brasserie Restaurant,  Wins Resto, lounge, hall and karaoke dan  Omah Sendok ( the authentic Indonesian Cuisine ) yang menjadi cikal bakal beliau mempunyai niat untuk menjaga ,  melestarikan citra dan Nuansa Warisan Culiner Indonesia. “Mas warisan culiner Indonesia itu ga ada duanya, luas, kreatif, citra rasanya yang menggugah, nenek moyang kita itu hebat, cuma sayang kurang banyak orang yang tahu, tidak seperti chineese, thailand atau italian” sambil memelas “tapi mudah-mudahan dikemudian hari bisa ya. itu tugas kita lho. saya pasti dukung” dengan berapi-api!! . Pembicaraan yang diselingi makan panasnya Pizza di Biella Pizerria and Ristorante di kawasan city centre Dubai berjalan agak terburu-buru karena tamu mulai banyak berdatangan. Chef yang punya hoby photograpy dengan sigap memberi aba-aba kepada staffnya, Kerja di Dubai di tahun 2005 diawali dengan training di Wafi City  selama 3 bulan dan membuka Biella di MOE bersama team, allhamdulillah disini kita selalu mencapai batas target penjualan dengan jumlah puluhan ribu tamu perbulan, setelah itu di percaya untuk membuka Restaurant dan menata restaurant sampai berjalan  baik dan setelah itu berpindah ke yang lainnya, Perjalanan sang Chef de Cuisine di Paris Group, Food Vision ini tidak mudah “ banyak suka dukanya di Dubai, ketika harus  men–dirijen-i berbagai karakter staff yang berbeda-beda dan juga dari berbagai negara dan medan restaurant yang tentunya berbeda-beda, sukanya ya kalau sudah selesai, rasa senang dan bangga, tinggal menjaganya saja. “Makanya untuk junior yang di sekolah/akademi jangan minder orang Indonesia tidak kalah keahliannya dengan orang-orang luar negeri, contohnya, ada pak Andi Suhandi executive Sous chef Hotel Rotana, Idin Chef de Cuisine Kepinski, Pak Kasmani, Pak Rudi, Mbak Nonki atau jawara carving pak encep, sampai bartender.  dan banyak lagi profil orang-orang sukses hospitality di luar negeri lainnya, lihat saja profil majalah on line ini setiap saat menampilkan orang-orang yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia diluar negeri. Belajar dari orang pintar itu Baik, belajar dari orang bodoh itu bukan buruk”. Itulah motonya ketika mengakhiri sesion ini. Tiba-tiba dengan keukeuh berbisik “jaga dan promosikan warisan kuliner Indonesia ok! “.   Oke kang Rahmat Hatur nuhun.. Sukses selalu ya!! Salam dari Hotelier.

Hery – Sudrajat’s

http://www.hotelierindonesia.com


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!