Category: Makan Dijalan


Ada apa dengan produk kita ??


Sering sekali kita menjumpai produk-produk Indonesia  ada di swalayan atau super maket besar di Luar Negeri khususnya UAE, walaupun jenis nya tidak terlalu banyak,  bahan makanan yang umum dan sangat mudah dikenal oleh kita dan juga sering dipergunakan oleh penduduk local ataupun pendatang yakni Mie Istant Indomie, Kecap Indofood, Kecap ABC, kacang Garuda, sambel cabe ABC dan Indofood. ini artinya kurang lebih hanya beberapa perusahaan saja yang mewakili Indonesia yang sudah masuk ke negara UAE atau mungkin dinegara-negara lain juga?

Berjejer dengan nama-nama produk unggulan dari masing masing negara. Mulai dari buah yang tuliskan Banana philipine ( Pisang Ambon), Thai Durien, Thai Rambutan, Thai chilie, thai manggoesten, Thai lemon grass, Indian Manggo, Indian Onion, Marocoan Tea, Chinese green tea, dan lain-lain. Bagusnya mereka  selalu menambahkan nama negara di depan atau dibelakangnya sehingga promosi negara mereka secara tidak langsung terjadi.

Sedikit banyak kita jumpai kualitas unggulan mereka tidak sebaik kualitas unggulan produk yang dimiliki Indonesia, negara kita yang luas terbentang dari sabang merauke sangat mustahil apabila tidak memiliki produk-produk unggulan. Negara kita mengandung sumber daya alam yang melimpah dengan keaneka ragaman bentuk jenis dan cara berproduksi indonesia berhasil membuahkan hasil-hasil unggulan.

Terselip pertanyaan dalam hati pikiran saya kenapa Negara kita tidak berani memberikan merk untuk jenis-jenis barang unggulan dengan brand yang meberikan ciri khas indonesai, karena saya pikir baik sekali sebagai promosi produk unggulan dan promosi negara kita yang sanagt kaya, contohnya Di prancis saya melihat bekicot dalam kemasan kaleng dengan merk prancis dilihat sedikit ternyata produk Indonesia dikalenkan di prancis ? sebagian buah-buahan yang ada di swalayan dibranded produk negara tertentu mellihat kardusnya ternyata produk Indonesia, Sambal Oelek ternyata buatan Belanda apa Indonesia tidak bisa bikin sambal ulek?  kopi disalah satu cafe penjul kopi terkenal menjual kopi berjenis Sumatra, Bali, kenapa tidak sumatra Indonesia, toh jenis kopi yang di jual di tempat yang sama meraka namakan jamaica, turky dan lain-lain.

Negara-negara tetangga berani mengibarkan bendera-bendera mereka contoh lain salah satunya retaurant di Dubai SINGAPORE DELY, Philipine House, Karachi darbar walaupun di menu makanan yang ada terdapat makan-makan dari negara lain termasuk Indonesia

Advertisements

Sari RAsa memang memiliki sari dalam rasa

Sejenak kita menuju restauran Indonesia di luar negeri yang satu ini, berdiri di awal tahun 2006 yang berlokasi di daerah tourist club  ( Reyami Building, belakang Ajman Bank,  Abudhabi UAE), di tahun 2006 saat penulis  masih berada di Dubai,  merasa sangat penasaran ketika begitu banyak orang membicarakan mengenai restaurant yang satu ini, maklumlah karena masih baru, sekali waktu saya  berangkat menuju Abudhabi hanya untuk mengetahui apa yang menjadi pembicaraan orang-orang di UAE saat itu,   tapi  alhasil  penulis tidak  tak dapat menemukan Restorant ini dan untuk kedua kalinya bersama teman dari dubai akhirnya kami menemukan juga… waaah memang agak susah untuk  pendatang untuk menemukannya karena lokasinya berada di belakang gedung-gedung.

Restoran ini menampilkan gaya prasmanan setiap orang mengambil makanan sesuai dengan kemampuannya, berjejer dan berujung di kasir yang akan mencatat apa yang di ambil, selain itu menyediakan juga menu ala carte,  suasananya cukup nyaman, terlihat beberapa orang menggunakan pakaian batik atau yang bersafari, sambil mendengar lagu-lagu atau vcd Indonesia, sangat membuai kita menuju Indonesia atau paling tidak  mengobati rasa rindu akan Indonesia Raya.

Dominasi masakan khas Padang, Jawa dan Sunda sangat tajam di restauran ini, sangat jelas terlihat dalam spanduk yang menjagokan masakan khas  tersebut. Rendang sapi , macam-macam balado , gule kikil atau cumi, cincang, sambel ijo, sampe daun singkong, paru goreng, Batagor bandung, siomay bandung, timbel komplit, kere sapi ( dengdeng ), urab sayur, pepes ayam, pepes jamur, pepes lauk ataupun pepes tahu, gehu, sampe gepuk. dari jawa diwakili soto babat, tempe bacem, tongseng kambing, gudeg yogya, mendoan dan lain-lain. selain itu juga ada pempek dan mie ayam …wwwaaaah banyak sekali menu yang ditampilkan disini. semuanya mengundang selera.

Saya sangat tertarik di masakan padangnya… rasa legitnya  memang tiada bandingannya, kombinasi rasa yang pas antara pedas dan nikmat merupakan daya jual restaurant ini. Gule kikil kenyal dan empuk, rendang yang terproses secara apik dan segar, sambel ijo sebagai tendangan terakhir yang membuat kita tidak bisa melupakan rasa-rasa ini.. disegarkan oleh es teh atau teh hangat, seperti sebenar-benarnya saya merasakan berada di Indonesia. Timbel kumplit juga tidak kalah pentingnya disini, masakan khas sunda ini sangat cocok sebagai menu makan siang dengan harga yang terjangkau tetapi dapat memberikan kepuasan yang sebanding. begitu pula dengan soto babat yang segar dan berselerakan.

Para pekerja indonesia baik yang di pelayaran, hotel dan restauran ataupun bidang lainnya selalu memenuhi setiap sudut restauran ini, tidak terkecuali penduduk lokal, warga eropa dan asia lainnya yang juga  sering berkunjung. itu satu bukti bahwa makanan kita di terima oleh bangsa lain. Mereka gemar dengan nasi goreng dan sate yang telah menjadi dalam ingatan mereka.

Rasanya tidak ada habisnya mengulas makanan-makanan Indonesia yang begitu banyak dan bervariasi akan tetapi sebagian sudah terwakili disini.

Selain untuk berbisnis dengan keseriusan dari pemilik restauran yang ingin mempromosikan masakan indonesia di luar negeri, akhirnya membuka restauran yang sama dengan lokasi di Dubai tepatnya di Satwa dekat dengan konsulat Indonesia dengan nama Sari Nusa.  Baiklah semuanya dapat memilih ke Dubai atau ke Abudhabi sama saja..

alamat Sari Rasa Abudhabi :

Near Abudhabi Mall, Tourist Club Area. ( Reyami Building, behind Ajman Bank) Telp 02 – 6449110

Selamat Bekunjung

– CR –


Bandung Restaurant mengingatkan kampung halaman….

Betapa tidak, banyak sekali tenaga Indonesia  kerja di United Arab Emirates merasa terobati rasa rindunya dengan makanan yang disajikan  restoran ini, perlu di ketahui tenaga kerja Indonesia yang menjadi salah satu sumber devisa negara ini atau sering juga di sebut-sebut sebagai Pahlawan Devisa merupakan potensi negara yang harus menjadi perhatian pemerintah, baik dari segi pembekalan ilmu di bidangnya, kemudahan proses penempatanya dan juga perlindungan terhadap tenaga kerja tersebut, sayapun menyambut gembira saat mengetahui kedatangan beberapa pejabat negara diminggu lalu di sebuah hotel lokal, diketahui mereka sedang serius mengurus kerjasama penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Middle East, apapun itu hasilnya… kita tunggu saja ! semoga yang terbaik.

Sebelum menuju ke makanan, baiknya kita cuil dulu sejarah berdirinya restoran ini. di sekitar tahun 1992-1993 Bapak H. Ali Saleh Al Jabri adalah masyarakat Indonesia yang telah menjadi warga negara United Arab Emirates memiliki sebuah ide untuk membuat restaurant Asia, tujuan utamanya adalah sebagai usaha dan dalam rangka mengumpulkan masyarakat asia tenggara di Abudhabi, sebagai daya tariknya yaitu dengan  menyajikan makanan-makanan asia dari beberapa kultur, waktu itu dinamakan Pilipine Restaurant tempatnya tepat di depan Shoes Centre Tourist Club, waktu itu tempatnya juga masih kecil aku Rifky salah satu senior staff disana, saat itu makanan Indonesia tidak begitu menonjol tetapi di restaurant tersebut menjual Martabak Bandung, hanya kurang lebih setahun disana mereka lalu pindah agak sedikit  kedalam, sekaligus mengganti nama dan memantapkan konsep menjadi restoran Indonesia, ternyata kejelian dan mantapnya H. Ali memahami konsep restoran membuahkan hasil buktinya sampai sekarang restoran itu semakin maju kedepan dan mengibarkan bendera merah putih di Abudhabi.

Hmmm rasanya untuk mengupas tuntas restorant ini tidak cukup sehalaman, karena hampir semua makan yang tersaji sangat mengundang selera, membuat lidah berliur. Bayangkan saja ada Baso Malang, Bakso Campur, Siomay Bandung, Mie Ayam, Lontong Sayur, Ketoprak, Gado-gado sampai dengan Karedok. Untuk kategori Ikan, daging dan ayam Rendang, Dendeng Balado, Ayam Bakar, Ayam Opor, Ikan Bakar sambal kecap, Gulai Kambing sangat cocok sekali untuk menjadi makan besar yang nikmat, disini juga ada sayur lodeh, Tumis Kangkung, Tumis Tahu, dan terong Balado. Waduuuh …. sambil menulis pun saya jadi lapar membayangkan sajian-sajian tersebut.  Rasa-rasanya pun saya masih ingat ketika saya menyantap Sop Buntut Goreng yang dagingnya sangat empuk, tetapi tidak terlepas dari tulang, ditaburi rempah bawang goreng yang renyah dan menjadi penguat saat menyantap  nasi, ditambah sodokan kuah buntut yang segar dengan resep rempah rahasia ala Bandung Restoran, sebagai pelengkap sambal dan jeruk lemon membuat benar-benar lengkap rasanya dan tak terlupakan.

Sedikit cerita saat penulis berada di Dubai sebelum Hijrah ke Abudhabi. Bandung Restoran selalu menjadi pembicaraan dikala teman-teman kangen dengan makanan-makanan Indonesia,  entah karena sop buntutnya, Karedoknya, Basonya, rendangnya, martabaknya dll. Bila saya tidak sempat ikut dengan mereka selalu saya memesan martabak untuk dibawa ke dubai, seperti oleh-oleh saja .!

Sambil menunggu bahan-bahan artikel terkumpul kami menyantap Martabak Manis, kebetulan saya ditemani Jois Azham, Novi dan Indra yang menjadikan Bandung restoran sebagai rumah kedua, karena hampir sering sekali mereka disana untuk makan atau sekedar nonton Indonesian TV Chanel sambil ngopi tubruk dan tahu isi atau bala-bala. Kami sangat  terkagum dengan rasa dan penampilan Martabak ini, kita terbawa  benar kedalam suasana Indonesia, teksture basah, berserat-serat, kulit kering renyah dan dagingnya yang kenyal-kenyal empuk sungguh tiada duannya, penambahan gula, susu, dan macam-macam pilihan diatasnya sangatlah pas,  dasyat sekali martabak ini puji kami saat itu! tapi temen saya berbisik martabaknya lama keluar..?? sebagai saran saja bila anda ingin menyantap makanan ini sebaiknya anda memesan ini terlebih dahulu sebelum memesan makan utama, sedikit harus dapat dipahami karena yang memesan martabak sangat banyak, belum lagi ketika harus melayani yang  di bawa pulang, ke Dubai, Al-Ain, Sarjah atau dibawa pulang ke kapal pesiar oleh crew kapal sebagai titipan crew yang tidak sempat keluar kapal karena tugas,

Sebagai pilihan menu special Bandung Restoran di akhir pekan menyediakan Nasi uduk Lengkap dan makan perasmanan lengkap Indonesia yang berubah-rubah.

Bandung Restoran bukan hanya milik masyarakat Indonesia, banyak sekali pengunjung yang datang dari berbagai ras negara seperti Ras India, Arab, China, Eropa, Amerika dan tentunya asia tenggara, sampai-sampai ada yang menjadi tamu reguler disana.

Bandung Restoran bukan hanya milik masyarakat Indonesia tetapi juga  kebanggaan masyarakat Indonesia.

Selamat berkunjung  !

– CR –